- Home
- Article Details
Article
Google Rilis Game The Descent of the Serpent untuk Edukasi Budaya Mesoamerika Kuno
Admin
- 26 Sep 2022
- already 202 views
Google meluncurkan sebuah game edukasi tentang Mesoamerika kuno berjudul The Descent of the Serpent. Game ini menjadi yang pertama diluncurkan di oleh divisi Google Arts & Culture.
Hugo Martinez McNaught, Senior Manager, Government Affairs & Public Policy Mexico & Central Region, Google mengatakan, game ini digarap dengan menggandeng Museum Antropologi Nasional Meksiko.
"Dari kostum rumit dan permainan bola hingga mitologi menarik dan arsitektur luar biasa, budaya Mesoamerika kuno dapat mendidik dan menghibur untuk dijelajahi," kata McNaught.
Mengutip blog resmi Google, Sabtu (24/9/2022), di game ini pemain harus mengambil benda-benda hilang dan mengembalikannya ke Chichen Itza pada waktunya untuk ekuinoks matahari.
Saat itulah matahari memberikan bayangan pada ukiran dengan cara menyerupai ular menuruni tangga monumen, di mana hal ini menjadi inspirasi bagi nama game tersebut.
Ceritanya sendiri sederhana. Dalam video intro yang ditampilkan di awal game, artefak besar dicuri oleh Tezcatlipoca, Lord of the Smoking Mirror.
Patung yang hidup pun meminta bantuan pemain untuk mengembalikan 20 ikon yang ada di artefak, demi mencegah banjir melanda dunia. Pemain dikirim ke Mesoamerika kuno untuk melakukan tugasnya.
Pemain dapat memilih satu dari hewat penyamaran, yang ditampilkan dengan bentuk imut-imut dan berdasarkan budaya Mesoamerika.
Cara Bermain The Descent of the Serpent
Empat karakter penyamaran yang dapat dipilih oleh pemain adalah Huitzilopochtli (serigala), Xolotl (anjing), Xbalanque (jaguar), dan Mictlantecuhtli (burung hantu).
Lewat grafik top-down sederhana, pemain akan menjelajahi area permainan untuk mengumpulkan ikon yang hilang, yang ditampilkan sebagai koin emas.
Saat mengambil salah satu ikon, game akan menyajikan sekilas sejarah tentang ikon tersebut, sembari memberikan kesempatan untuk mengakses situs Google Arts & Culture jika pemain ingin tahu lebih lanjut.
Terdengar sederhana, pemain juga harus menghindari beberapa rintangan seperti buaya, laba-laba, hingga monyet yang melempari pemain. Ada dua mode yang bisa dimainkan di mana pemain akan dihadapkan dengan tantangan yang berbeda.
Di level yang mudah, pemain yang terkena serangan hanya akan stun untuk sesaat. Namun di mode "challenge", pemain akan dihadapkan dengan timer, dan kembali ke awal level jika terkena serangan.
Game ini dapat dimainkan secara langsung melalui browser atau lewat aplikasi Google Arts & Culture di iOS dan Android.
Sumber: https://www.liputan6.com/
Search
Categories
Tags
- seo
- digital marketing
- website traffic
- corporate seo services
- corporate seo
- jasa SEO perusahaan
- SEO B2B
- digital marketing corporate
- mobile web
- mobile apps
- mobile app perusahaan
- aplikasi mobile
- transformasi digital
- SEO perusahaan
- strategi digital corporate
- jasa aplikasi
- jasa buat aplikasi
- pembuatan aplikasi
- aplikasi perusahaan
- software house indonesia
- pembuatan aplikasi berbasis web
- web app
- mobile app
- jasa kelola social media
- manajemen media sosial
- social media corporate
- digital branding
- B2B marketing
- lead B2B
- digital marketing B2B
- aplikasi custom
- Tren IT 2026
- Konsultan IT Enterprise
- Aplikasi B2B
- Custom Web App
- Kelemahan SaaS
- Pengembangan Web
- Strategi Bisnis 2026
- Konsultan IT
- Strategi B2B
- Lead Generation
- Marketing Agency
- Transformasi Bisnis
- Tren Mobile App 2026
- Flutter Developer
- Pembuatan Aplikasi Mobile
- UI UX Design
- Ruby on Rails
- Web Development
- Keamanan Siber
- Startup IT
- Audit UI/UX
- Jasa Desain Website
- Konversi Website
- Wiradipa Nusantara
- Memilih Digital Agency
- Konsultan Digital
- Digital Marketing Jakarta
- Strategi Korporasi
- Content Strategy B2B
- Content Marketing Korporat
- Digital Marketing Agency
- Otoritas Brand
- Anggaran IT Perusahaan
- Efisiensi Biaya IT
- Konsultan IT Bandung
- Digital Transformasi
- ROI Teknologi
- Sistem Approval Internal
- Otomatisasi Proses Bisnis
- Aplikasi HR Kustom
- Efisiensi Operasional
- aplikasi mobile kustom
- jasa pembuatan aplikasi android
- ios developer
- Keunggulan Flutter
- Aplikasi Cross Platform
- Jasa Developer Flutter
- Mobile App Development
- biaya pembuatan aplikasi
- harga aplikasi mobile
- estimasi proyek IT
- mobile marketing strategi
- digital marketing aplikasi
- retensi user
- UI UX aplikasi mobile
- jasa desain UI UX
- desain aplikasi android
- retensi pengguna
- integrasi aplikasi mobile
- sistem ERP kustom
- backend ruby on rails
- efisiensi bisnis
- keamanan aplikasi mobile
- aplikasi enterprise aman
- proteksi data korporat
- aplikasi absensi lapangan
- aplikasi sales kustom
- produktivitas karyawan
- manajemen tim lapangan
- KOL untuk aplikasi
- promosi aplikasi
- KOL management agency
- kesalahan pembuatan aplikasi
- konsultan pembuatan aplikasi
- developer terpercaya
- strategi IT korporat
- digitalisasi sektor publik
- e-government indonesia
- vendor IT pemerintahan
- konsultan IT BUMN
- lelang pengadaan IT
- keamanan aplikasi pemerintahan
- web app pemerintahan
- standar keamanan IT
- aplikasi layanan masyarakat
- pembuatan aplikasi pemerintahan
- gov tech agency
- content strategy pemerintahan
- humas digital pemerintahan
- kampanye publik
- komunikasi publik
- sistem manajemen data
- web app ruby on rails
- aplikasi database kustom
- efisiensi instansi
- website instansi pemerintah
- UI UX website publik
- KOL kampanye sosial
- KOL management pemerintahan
- influencer edukasi
- strategi komunikasi publik
- digital marketing BUMN
- agency BUMN
- strategi promosi program
- transformasi digital BUMN
- agile proyek IT
- manajemen proyek IT
- konsultan IT agile